viral aisha wedding organizer Arsip -

Viral, Aisha Wedding Organizer Ditegur PPPA! Apa Yang Dilakukannya?

Kabar terkait Aisha Wedding Organizer ini ternyata menjadi berita viral. Bahkan kementerian yang menaungi upaya perlindungan anak juga perempuan buka suara.

Apa kiranya yang Aisha wedding Organizer lakukan? Benarkah berita yang menuliskan jika platform ini mengajak hal sesat? Ataukah hanya salah paham biasa?

Penasaran seperti apa sebetulnya kisahnya? Jangan beranjak, yuk simak detailnya berikut ini.

Salah Bikin Content Aisha Wedding Organizer Terancam Bui

Akhir-akhir ini sedang heboh berita nikah muda yang disemboyankan sebuah WO. Dalam sebuah cuitan, menyebutkan jika WO ini mengajak khalayak ramai untuk melangsungkan pernikahan.

Tak tanggung-tanggung, slogan yang tertera dalam banner ini juga disebutkan kontroversial. Meski banyak yang mengakui jika hal tersebut merupakan salah satu strategi pemasaran, agaknya bahasanya harus diganti. Mengingat, banyaknya persepsi atas kalimat yang disajikan. 

Bukan hanya satu dua orang yang sempat menanggapi hal ini. Bahkan, hingga saat ini kasus ini sangat ramai dan jadi konsumsi publik. 

PPPA Bertindak, Ini Pernyataan Resminya

Setelah kasus ini melejit, PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  Anak) segera angkat suara. Menteri PPPA, Bintang Puspayoga mengemukakan, bahwasanya Aisha wedding Organizer(AW) melakukan promosi yang bertentangan dengan ketetapan hukum.

Apa sajakah list kesalahan sang wedding organizer ini?

  1. Promosi AW muncul ketika pemerintah masih dalam upaya menekan angka pernikahan anak. Bahkan, PPPA tengah gencar melakukan Gerakan Bersama guna mencegah hal ini hingga ke tingkat pedesaan
  2. AW dianggap dapat menyebabkan kerugian bagi anak, keluarga hingga negara atas promosi tersebut
  3. Penyedia Jasa penyelenggara pernikahan ini diduga mengesampingkan nasib anak-anak di Nusantara demi keuntungan pribadinya

Berdasarkan temuan ini, PPPA kemudian menyatakan dengan tegas, untuk segera menindaklanjuti perkara ini. Bintang, juga menambahkan jika pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa kementerian terkait. 

Pun dengan pihak KOMINFO juga KAPOLRI, untuk melakukan investigasi lanjutan. Dugaan sementara, kesalahan yang dilakukan Aisha wedding organizer ini berkenaan dengan UU perlindungan anak dengan nomor 16 tahub 2016.

Bintang mengklaim promosi dari pihak WO ini membuat sejumlah pihak geram. Terlebih yang berhubungan dengan PPPA. Seperti LSM yang sedang berjuang atas hal ini pula.

Tak hanya itu, promosi tersebut membuat masyarakat resah. Pasalnya, kalimat atau konten yang dituliskan mampu memprovokasi pola pikir anak muda. Bahwasanya untuk melakukan perkawinan ini begitu mudah.

Ajakan nikah muda yang digembar-gemborkan Aisha Wedding dinilai tentu berseberangan dengan UU Perkawinan. Yakni, dengan nomor 16 tahun 2019. Disebutkan jika pernikahan dapat dilakukan jika laki-laki dan perempuan telah berusia 19 tahun.

Bocornya Data Pribadi Dan Promosi Poligami

Bintang Prayoga mengungkapkan kecemasannya akan kasus ini. Ia takut juka data pribadi anak-anak ini nantinya bakal disalahgunakan. Sebab, potensi adanya kejahatan lain yang muncul juga tinggi. Misalnya saja, eksploitasi seksual, hingga perdagangan manusia atau anak.

Maka dari itu, pihaknya kembali menegaskan untuk segera mengusut kasus ini. Agar anak-anak tak menjadi korbannya.

Yang lebih mengejutkan Aisha Wedding Organizer juga menawarkan jasa nikah siri, hingga poligami. Bagi sebagian orang layanan ini menimbulkan kemaksiatan. Lebih-lebih yang tidak mengetahui hukum serta aturannya yang benar.

Dalam laman facebook WO ini menyebut jika pihaknya memiliki spesialisasi. Khususnya dalam menyelenggarakan event untuk pernikahan. Akan tetapi, mereka menekankan jika nikah siri dan menikah muda ini begitu penting.

Hal inilah yang sekiranya membuat banyak pihak resah. Hingga berujung viralnya promosi ini.

Cara Memilih Wedding Organizer Yang Baik

Dalam penerapannya, memilih WO ini juga wajib diperhatikan. Bukan masalah sahnya perkawinan saja. Namun banyak hal yang harus dipatuhi. Agar kasus Perkawinan anak bisa dihindarkan. Berikut cara memilih jasa WO dengan tepat.

  1. Legalitas

Meski setiap orang bisa membuka layanan WO ini, ada baiknya memastikan legalitasnya. Hal tersebut dapat mencermikan kinerja hingga proses yang akan disajikan. Terlebih setelah kasus Aisha Wedding Organizer ini, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati.

  1. Konsep Yang Sesuai Aturan 

Memiliki konsep hingga aturan yang tidak berseberangan dengan pemerintah, membuat pelanggan merasa aman dan nyaman. Sehingga, ketika calon pelanggan datang mereka tidak akan salah pilih.

  1. Memiliki Rundown Yang Tersusun Rapi

WO memiliki jobdesc atau tugas untuk memastikan semua kegiatan berlangsung dengan baik. Mulai dari jam pertemuan mempelai, hingga saat penyajian makanan sangat diperhatikan. 

Jika tidak, membayangkan semua berjalan tanpa jadwal yang rapi tentu bakal berantakan. Nah, jika Anda berniat memakai jasa WO pastikan yang memiliki rundown rapi dan terarah.

  1. Penampilan

Pelanggan umumnya makin tertarik jika penampilan anggota WO ini. Kesan pertama dengan seragam yang rapi dan terkoordinasi tentu menambah nilai tersendiri. Apalagi, WO akan dapat dengan mudah ketika mengenali anggotanya dari penampilannya.

Ramainya kasus WO yang memboyong konsep pernikahan usia dini diatas, membuat khalayak lebih cerdas lagi. Utamanya makin teliti, hingga ke bagian penampilan anggota WO-nya, bukan? 

  1. Sikap

Poin kelima ini tentu bisa merefleksikan WO itu sendiri. Sebab, layanan dengan sikap yang tepat dapat membuat pelanggan nyaman dan menaruh trust atau kepercayaanya. Sikap yang ditunjukkan sang WO akan menjadi acuan kala pelanggan mencari jasa ini.

Apalagi saat Viral Aisha wedding organizer dilaporkan terkait pengambilan sikap saat promosinya yang dianggap salah. Tentu akan membuat banyak calon kustomer hati-hati dalam melangkah. Khususnya saat memilih jasa WO. 

Selain itu, WO juga harus siaga. Sehingga saat pelanggan membutuhkan akan cepat terkoordinasikan. Jangan lupa, WO juga harus kooperatif. Dalam hal ini lebih pada kerjasama dengan vendor lain.

WO yang baik bisa berkolaborasi dengan pihak lain dengan baik. Bersedia membantu jika ada kesulitan demi kelancaran acara.

Jangan Salah Langkah

Ramainya kabar pernikahan di usia muda (anak) ini memberikan banyak pelajaran. Terkait pemilihan sikap hingga promosi yang tepat. Bukan hanya meraup untung saja, namun harus memperhatikan aturan serat hukum yang berlaku.

Kasus ini diharap juga menjadi pembelajaran banyak WO di luaran sana. Dengan mengedepankan kualitas, maka usahapun akan meraih optimalitas.

Ada baiknya hati-hati dalam melangkah. Meski niat awal ingin mengandeng kustomer dengan nyaman, namun caranya salah tentu tidak akan diperbolehkan. Apalagi negara memiliki aturan yang harus dipatuhi.

Kedepan, upaya menekan angka pernikahan di usia muda ini semoga lebih sukses. Sebab, dampak nikah belum cukup umur bisa menimbulkan komplikasi.

Misalnya secara psikologis atau kesiapan mental. Angka kematian meningkat saat melahirkan, angka perceraian tinggi akibat ekspektasi yang tak terpenuhi. Maupun impian yang terlampau tingga yang tak sesuai realitas.

Bahkan banyak hal yang sebetulnya tidak semudah dan seindah dalam iklan. Dengan demikian, masyarakat diminta untuk lebih cerdas. Lebih aware dan teliti mengenai masalah ini. 

Menikah bukan hanya perihal cinta, namun lebih pada persiapan mental kedua mempelainya. Harapan atas ketegasan pemerintah dalam hal ini ialah, agar kasus Viral Aisha Wedding Organizer tidak terjadi lagi.